Selasa, 07 Juni 2011

MENGHITUNG UNTUNG RUGI MENGIKAT BIBIT RUMPUT LAUT DENGAN TALI RAFIA

MENGHITUNG UNTUNG RUGI MENGIKAT BIBIT RUMPUT LAUT DENGAN TALI RAFIA

Oleh : Ir. H. Dian Kusumanto

Mengikat bibit dengan tali rafia

Panen rumput laut Eucheuma cottoni yang diikat dengan tali raffia bisa mencapai berat 1,2 kg per titik bibit bahkan sampai 1,64 kg (seperti foto di atas) tanpa mengalami putus atau jatuh. Hal tersebut karena tali raffia memiliki permukaan yang lembut dan lunak, tidak menggigit atau menggerek, tapi cukup kuat untuk menahan beban yang lumayan berat tersebut meskipun beban tersebut bergerak-gerak terombang ambing oleh gerakan ombak dan arus air laut.

Kalau tali bentangan panjang 25 meter dengan jarak ikatan tali bibit setiap 25 cm, maka ada sekitar 100 titik bibit dalam setiap tali bentangan. Kalau bibit yang diikat masing-masing seberat 0,2 kg maka berat bibit yang diperlukan adalah sekitar 20 kg dalam setiap tali bentangan. Jika panen dengan umur antara 45-50 hari bisa mencapai 1,2 kg, maka panen dalam setiap tali bentangan akan mencapai sekitar 120 kg.

Tali bentangan yang masing-masing ujungnya diikat ke tali fondasi dengan jarak kurang lebih 1 meter. Kalau panjang tali fondasi itu ada 100 meter maka tali bentangan ada sekitar 100 buah. Dengan panjang tali bentangan 25 meter dan panjang tali fondasi 100 meter, artinya luas areal budidaya adalah 2.500 meter persegi atau seluas 0,25 hektar. Maka dalam hitungan luas areal budidaya 10.000 meter persegi atau satu hektar dapat diisi sekitar 400 tali bentangan.

Dengan system tali raffia ini jarak ikat antar bibit 25 cm, jarak ikat antar tali bentangan 1 meter, berarti populasi per hektar mencapai 40.000 bibit. Dengan berat per titik bibit 2 ons dibutuhkan bibit dalam hitungan hektar 8 ton bibit. Jika setelah 45 -55 hari masing-masing bibit memiliki berat rata-rata 1,2 kg, maka hasil produksinya nanti akan mencapai sekitar 48 ton rumput laut basah (RLB). Ini hitungan dalam luasan budidaya 1 (satu) hektar dengan banyak tali bentangan 400 tali. Jika rendemen hasil Rumput Laut Kering (RLK) dari RLB itu rata-rata 10%, maka akan diperoleh hasil 4,8 ton RLK.

Bagaimana kalau hitungan masa setahun? Anggaplah masa turun tali dan kemudian angkat tali dalam satu musim itu sekitar 2 bulan, maka dalam setahun ada 6 (enam) kali musim panen. Maka rata-rata hasil produksinya sekitar 284 ton RLB per tahun per hektar atau sekitar 28,4 ton RLK/tahun/ha. Dengan harga seperti sekarang di tingkat petani (di Kabupaten Nunukan) Rp 8.500/kg RLK, maka hasil pendapatan petani yang memiliki 400 tali bentang atau dengan luasan satu hektar adalah sekitar Rp 241.400.000,-/tahun/hektar.

Mengikat bibit dengan tali gelang atau tali cincin

Beda dengan pengikatan bibit rumput laut dengan system tali gelang tunggal atau tali gelang dobel. Bibit yang diikat ukurannya kecil-kecil, tetapi diikat dengan jarak yang sangat rapat. Bibit yang diikat biasanya rata-rata seberat 0,2 – 0,3 ons. Dalam tali bentangan yang panjangnya sekitar 25 meter itu, bibit diikat dalam tali gelang dengan jarak 12,5 cm, dan setiap titik ada 2 gelang tali bibit, sehingga dalam setiap tali bentangan ada sebanyak 400 bibit.

Maka benar saja jika ada yang mengatakan bahwa dalam setiap bentangan model gelang dobel ini memerlukan bibit sekitar 10 kg saja, bahkan kurang. Itu karena bibit yang diikat sangat kecil yaitu sekitar 20 gram atau 0,20 ons saja. Oleh karena itu tidak aneh jika rata-rata hasil panen petani yang menggunakan model tali gelang dobel ini hanya sekitar 30-60 kg setiap tali bentangan.

Tali bentangan yang masing-masing ujungnya diikat ke tali fondasi dengan jarak kurang lebih 0.5 meter. Kalau panjang tali fondasi itu ada 100 meter maka tali bentangan ada sekitar 200 buah. Dengan panjang tali bentangan 25 meter dan panjang tali fondasi 100 meter, artinya luas areal budidaya adalah 2.500 meter persegi atau seluas 0,25 hektar. Maka dalam hitungan luas areal budidaya 10.000 meter persegi atau satu hektar dapat diisi sekitar 800 tali bentangan.

Dengan system tali gelang atau tali cincin ini jarak ikat antar bibit 12.5 cm, jarak ikat antar tali bentangan 0.5 meter, berarti populasi per hektar mencapai 160.000 titik. Dengan pola 2 gelang per titik maka populasi bibit itu mencapai 320.000 bibit. Dengan berat per bibit 0.2 ons dibutuhkan bibit dalam hitungan hektar 6,4 ton bibit. Jika setelah 45 -55 hari masing-masing bibit memiliki berat rata-rata 1,2 ons, maka hasil produksinya nanti akan mencapai sekitar 38,4 ton rumput laut basah (RLB). Ini hitungan dalam luasan budidaya 1 (satu) hektar dengan banyak tali bentangan 800 tali. Jika rendemen hasil Rumput Laut Kering (RLK) dari RLB itu rata-rata 10%, maka akan diperoleh hasil 3,84 ton RLK.

Bagaimana kalau hitungan masa setahun? Anggaplah masa turun tali dan kemudian angkat tali dalam satu musim itu sekitar 2 bulan, maka dalam setahun ada 6 (enam) kali musim panen. Maka rata-rata hasil produksinya sekitar 230,4 ton RLB per tahun per hektar atau sekitar 23,04 ton RLK/tahun/ha. Dengan harga seperti sekarang di tingkat petani (di Kabupaten Nunukan) Rp 8.500/kg RLK, maka hasil pendapatan petani yang memiliki 800 tali bentang atau dengan luasan satu hektar adalah sekitar Rp 195.840.000,-/tahun/hektar.

Sistem Tali Rafia

Sistem Tali Gelang Dobel

Jumlah titik bibit :

Kalau tali bentangan panjang 25 meter dengan jarak ikatan tali bibit setiap 25 cm, maka ada sekitar 100 titik bibit.

Jumlah titik bibit :

Dalam tali bentangan yang panjangnya sekitar 25 meter itu, bibit diikat dalam tali gelang dengan jarak 12,5 cm, dan setiap titik ada 2 gelang tali bibit, sehingga dalam setiap tali bentangan ada sebanyak 400 bibit.

Berat bibit per titik :

Kalau bibit yang diikat masing-masing seberat 0,2 kg maka berat bibit yang diperlukan adalah sekitar 20 kg dalam setiap tali bentangan.

Berat bibit per titik :

Bibit yang diikat ukurannya kecil-kecil, tetapi diikat dengan jarak yang sangat rapat. Bibit yang diikat biasanya rata-rata seberat 0,2 – 0,3 ons.

Berat bibit per tali bentangan :

Kalau bibit yang diikat masing-masing seberat 0,2 kg maka berat bibit yang diperlukan adalah sekitar 20 kg.

Berat bibit per tali bentangan :

Maka benar saja jika ada yang mengatakan bahwa dalam setiap bentangan model gelang dobel ini memerlukan bibit sekitar 10 kg saja, bahkan kurang.

Berat Panen per titik bibit :

Panen rumput laut Eucheuma cottoni yang diikat dengan tali raffia bisa mencapai berat 1,2 kg per titik bibit bahkan 1,64 kg tanpa mengalami putus atau jatuh.

Berat Panen per titik bibit :

Rata-rata hasil panen petani yang menggunakan model tali gelang dobel ini hanya sekitar 1,0-2,0 ons setiap titik.

Berat Panen per tali bentangan :

Jika panen dengan umur antara 45-50 hari bisa mencapai 1,2 kg, maka panen dalam setiap tali bentangan akan mencapai sekitar 120 kg atau bahkan lebih.

Berat Panen per tali bentangan :

Oleh karena itu tidak aneh jika rata-rata hasil panen petani yang menggunakan model tali gelang dobel ini hanya sekitar 30-60 kg setiap tali bentangan.

Ongkos pasang tali raffia

Dalam 1 tali bentangan (25 m) ada 100 titik, masing-masing titik ada 1 ikat bibit, sehingga bisa memasang 100 potong bibit.

Di Nunukan : belum pernah ada.

Sedangkan ongkos pasang bibit sebanyak antara 100 bibit per tali bentangan :

Di Nunukan : belum pernah ada.

Ongkos pasang tali gelang bibit :

Dalam 1 tali bentangan (25 m) ada 200 – 250 titik, masing-masing titik ada 2 gelang, sehingga bisa memasang 400 – 500 potong bibit.

Di Nunukan : Rp 5.000 per tali bentangan.

Sedangkan ongkos pasang bibit sebanyak antara 400 – 500 bibit per tali bentangan :

Di Nunukan : Rp 5.000 per tali bentangan

Tali bentangan yang masing-masing ujungnya diikat ke tali fondasi dengan jarak kurang lebih 1 meter.

Kalau panjang tali fondasi itu ada 100 meter maka tali bentangan ada sekitar 100 buah. Dengan panjang tali bentangan 25 meter dan panjang tali fondasi 100 meter, artinya luas areal budidaya adalah 2.500 meter persegi atau seluas 0,25 hektar.

Maka dalam hitungan luas areal budidaya 10.000 meter persegi atau satu hektar dapat diisi sekitar 400 tali bentangan.

Dengan system tali raffia ini jarak ikat antar bibit 25 cm, jarak ikat antar tali bentangan 1 meter, berarti populasi per hektar mencapai 40.000 bibit.

Dengan berat per titik bibit 2 ons dibutuhkan bibit dalam hitungan hektar 8 ton bibit. Jika setelah 45 -55 hari masing-masing bibit memiliki berat rata-rata 1,2 kg, maka hasil produksinya nanti akan mencapai sekitar 48 ton rumput laut basah (RLB).

Ini hitungan dalam luasan budidaya 1 (satu) hektar dengan banyak tali bentangan 400 tali. Jika rendemen hasil Rumput Laut Kering (RLK) dari RLB itu rata-rata 10%, maka akan diperoleh hasil 4,8 ton RLK.

Bagaimana kalau hitungan masa setahun? Anggaplah masa turun tali dan kemudian angkat tali dalam satu musim itu sekitar 2 bulan, maka dalam setahun ada 6 (enam) kali musim panen.

Maka rata-rata hasil produksinya sekitar 284 ton RLB per tahun per hektar atau sekitar 28,4 ton RLK/tahun/ha.

Dengan harga seperti sekarang di tingkat petani (di Kabupaten Nunukan) Rp 8.500/kg RLK, maka hasil pendapatan petani yang memiliki 400 tali bentang atau dengan luasan satu hektar adalah sekitar Rp 241.400.000,-/tahun/hektar.

Tali bentangan yang masing-masing ujungnya diikat ke tali fondasi dengan jarak kurang lebih 0.5 meter. Kalau panjang tali fondasi itu ada 100 meter maka tali bentangan ada sekitar 200 buah. Dengan panjang tali bentangan 25 meter dan panjang tali fondasi 100 meter, artinya luas areal budidaya adalah 2.500 meter persegi atau seluas 0,25 hektar.

Maka dalam hitungan luas areal budidaya 10.000 meter persegi atau satu hektar dapat diisi sekitar 800 tali bentangan.

Dengan system tali gelang atau tali cincin ini jarak ikat antar bibit 12.5 cm, jarak ikat antar tali bentangan 0.5 meter, berarti populasi per hektar mencapai 160.000 titik. Dengan pola 2 gelang per titik maka populasi bibit itu mencapai 320.000 bibit.

Dengan berat per bibit 0.2 ons dibutuhkan bibit dalam hitungan hektar 6,4 ton bibit. Jika setelah 45 -55 hari masing-masing bibit memiliki berat rata-rata 1,2 ons, maka hasil produksinya nanti akan mencapai sekitar 38,4 ton rumput laut basah (RLB).

Ini hitungan dalam luasan budidaya 1 (satu) hektar dengan banyak tali bentangan 800 tali. Jika rendemen hasil Rumput Laut Kering (RLK) dari RLB itu rata-rata 10%, maka akan diperoleh hasil 3,84 ton RLK.

Bagaimana kalau hitungan masa setahun? Anggaplah masa turun tali dan kemudian angkat tali dalam satu musim itu sekitar 2 bulan, maka dalam setahun ada 6 (enam) kali musim panen.

Maka rata-rata hasil produksinya sekitar 230,4 ton RLB per tahun per hektar atau sekitar 23,04 ton RLK/tahun/ha.

Dengan harga seperti sekarang di tingkat petani (di Kabupaten Nunukan) Rp 8.500/kg RLK, maka hasil pendapatan petani yang memiliki 800 tali bentang atau dengan luasan satu hektar adalah sekitar Rp 195.840.000,-/tahun/hektar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar